Minggu, 15 November 2015

XL Unjuk gigi dengan Teknologi 4G LTE LAA, coba tebak berapa kecepatan MB per detiknya guys...

TukangJemur | XL Axiata Mengklaim bahwa 40% data pelanggan XL Axiata digunakan untuk layanan video streaming, tidak mengherankan kenapa pihak XL berupaya untuk mengimplementasikan teknologi LTE Advanced LAA (License Assisted Access) untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan data konsumennya. Teknologi ini adalah bagian dari perkembangan LTE-A (LTE-Advanced) yang menggabungkan frekuensi yang dimiliki oleh operator yaitu licensed band 900 MHz, 1800 MHz, 2100 MHz, dengan frekuensi un-licensed di 5 GHz yang bisa digunakan bersama dengan pelayanan WiFi. Sehingga customer bisa mendapatkan experience yang jauh lebih baik karena bandwidth yang besar


Secara teori, kegunaan teknologi ini adalah untuk meningkatkan kecepatan menjadi lebih maksimum sampai dengan 300 Mbps dan memberikan kapasitas LTE menjadi lebih besar, yaitu dari 150 Mbps menjadi 300 Mbps. Berapa hasil yang diperoleh XL dengan penerapan teknologi LTE LAA tersebut? Dengan satu perangkat protoype, dan diuji di salah satu Graha XL diperoleh hasil download 279,5 Mbps.

Uji coba dan demo ini XL lakukan antara lain dengan tujuan mempersiapkan diri secara baik dan end to end dari berbagai aspek, baik teknis, regulasi, terminal, dan aplikasi serta layanan untuk pelanggan. Pihaknya mendalami seluruh aspek untuk persiapan adopsi teknologi terbaru ini di Indonesia. Pada pertengahan tahun 2016 mendatang, diprediksi teknologi ini sudah bisa diimplementasikan. 

Penerapan teknologi ini oleh XL akan berjalan seiring dengan penggelaran 4G BTS di lokasi-lokasi hotspot, baik di dalam maupun di luar ruangan. Jadi, BTS 4G milik XL nantinya akan bisa menggunakan spektrum licensed (1800 MHz) dan juga sebagai tambahan akan bisa menggunakan frekuensi unlicensed 5 GHz ini.

Meski demikian, daya yang boleh dipancarkan teknologi LTE Advanced LAA ini kecil sama dengan WiFi. Sehingga cakupan tambahan kecepatan dari teknologi LTE Advanced LAA dioptimalkan untuk area hotspot saja. Sedangkan area yang lebih besar akan dilayani dengan LTE licensed band (1800 MHz).

Teknologi LTE-A LAA sendiri masih baru dalam standarisasi 3GPP. Ketersediaan BTS yang support LTE-LAA dari Ericsson seperti  RBS 6402, yang didemokan pada kesempatan kali ini, baru akan tersedia secara komersial di sekitar kuartal pertama tahun depan. Sementara itu, perangkat (handset) untuk pelanggan baru akan tersedia sekitar pertengahan 2016.

Jadi, berminat pindah ke provider XL? Pengalaman saya selama sebulan terakhir mencoba provider XL memang bagus, meskipun kecepatan rata rata diatas 1 MBps  namun sangatlah cukup untuk sekedar blogging maupun streaming saya. 

Review Huawei G7 Plus, apa sih istimewanya? Yuk intip....

TukangJemur | Smartphone semi premium milik Huawei ini digadang gadang memiliki kualitas kamera yang baik dikarenakan memiliki sensor RGWB dan aperture lebih besar dengan kapasitas 13 MP untuk mendukung low-light photography.  Ditambah lagi dengan optical image stabilization (OIS) seperti kebanyakan high-end smartphone saat ini, termasuk Samsung Galaxy Note 5.



Lalu bagaimana hasilnya? Nampak lebih baikkah atau tidak jauh berbeda dengan kamera smartphone pada umumnya? Simak beberapa hasil jepretan dibawah ini.


Spesifikasi yang diusung Huawei G7 Plus meliputi layar 5,5 inci dengan tingkat resolusi Full HD (1920 x 1080p), chipset octa-core Qualcomm Snapdragon 615, RAM 3GB, internal storage 32GB dan didukung slot microSD card. Huawei G7 Plus menggunakan baterai 3000mAh dan berjalan pada Android 5.1 Lollipop. Lalu berapa kira kira budget yang diperlukan untuk menebus smartphone semi-premium ini? disinyalir harga Huawei G7 Plus akan dijual dengan banderol sekitar Rp 4,4 juta.

Senin, 02 November 2015

Ini dia tablet seukuran TV milik Samsung, Galaxy View!!!



NG-Gadget | Review - Beberapa hari yang lalu samsung telah merilis tablet dengan layar super besar, yakni 18.4 inchi dengan berat 2,65 kg, sangat berat tentunya untuk gadget berjenis tablet ini. Sebelumnya, saingat terberat mereka yaitu Apple telah lebih dulu menetaskan iPad Pro pada bulan September. Line up samsung sejatinya sudah memiliki tablet dengan layar serupa, yaitu Galaxy Tab Pro, dengan bentang diagonal 12,2 inchi. Pihak samsung tidak mau ada celah diantara tablet dan TV, itulah sebabnya Galaxy View diluncurkan. 







Kira kira apa saja spesifikasi yang ditawarkan oleh si Bongsor ini? yuk simak bareng bareng

Dengan dimensi ukuran 17.79 x 10.86 x 0.47 mm serta berat 5,84 pounds menjadikan tablet ini agak susah dibawa untuk berpergian, akan tetapi sangat cocok untuk anda yang ingin menggantikan fungsi laptop untuk sementara waktu. Dibekali kamera 2,1 megapiksel serta ruang memori internal 32 GB sudah dirasa sudah cukup untuk memenuhi storage anda. 

Dari sektor chipset, samsung membekali View dengan Exynos 7580 1.6GHz octa-core CPU serta kolaborasi RAM 2GB. Sistem Operasi 5.1 ( Lollipop ) dan baterai berkapasitas 5700 mAh sehingga mampu menemani kegiatan anda terus menerus selama 8 jam. Tidak lupa tablet ini juga bisa ditanamkan nano SIM serta slot micro SD 



Amat disayangkan memang, dengan berbagai keunggulan yang disuguhkan si View ini, ternyata hanya beresolusi 1920 x 1080 dengan kerapatan 123 ppi saja. Jadi apakah sobat nggadget tertarik untuk meminangnya, silahkan rogoh kocek anda sebanyak $599 saja. :D

Sabtu, 31 Oktober 2015

Review Galaxy J2 4G LTE



NG-Gadget|News - Jaringan 4G LTE kian marak membanjiri pasaran ponsel di tanah air, tidak terkecuali produk samsung yang baru saja dirilis beberapa hari yang lalu, yaitu Galaxy J2. Dengan mengusung provider Bolt Super4G LTE dipastikan gadget ini akan laris di pasaran, mengingat harga yang dipatok termasuk mid end yaitu di range Rp.1.950.000 hingga Rp.2.150.000, di beberapa toko online (marketplace) seperti Tokopedia, Lazada maupun Bukalapak sudah ready stok.  



Dibandingkan dengan Galaxy J1, smartphone Galaxy J2 tampil dengan spesifikasi lebih menarik. Sektor layarnya mengusung jenis Super AMOLED, pada diagonal 4,7 inci. Sayang di sini resolusinya terbilang kecil, masih 540x960 piksel (qHD). Dapur pacunya yakni chipset Exynos 3475, dengan prosesor quad-core 1,3 GHz dan RAM 1GB plus memori internal 8GB. Sistem operasi yang dijalankan adalah Android 5.1 Lollipop. Nah, di sini bila dilihat fitur dan spesifikasi yang ditawarkan, lebih tampak jika Galaxy J2 ini sebagai pembaharu dari Galaxy J1 Ace. Menariknya, sisi antarmuka (UI) dari Galaxy J2 ini telah dicipta sedemikian rupa hingga bisa berhemat kuota data hingga 50% (Ultra Data Saving Mode) dan lebih ringan dalam konsumsi RAM (hemat 11%).



Dilengkapi kamera 5 MP di sisi belakang (f/2.2) dan 2 MP (f/2.4) pada bagian depan, terkesan sudah ketinggalan jaman, mengingat rata-rata smartphone kelas tengah terkini sudah memakai minimal resolusi 8 MP untuk kamera utamanya. Ponsel pintar dengan fasilitas dual SIM GSM ini menggandeng baterai berkapasitas 2000mAh. Ketersediaan warnanya di pasaran yakni hitam, putih dan emas. 




Jadi, menurut sobat worth it kah dengan harga 2 jutaan mendapatkan ponsel ternama dengan spek seperti diatas???