Secara teori, kegunaan teknologi ini adalah untuk meningkatkan kecepatan menjadi lebih maksimum sampai dengan 300 Mbps dan memberikan kapasitas LTE menjadi lebih besar, yaitu dari 150 Mbps menjadi 300 Mbps. Berapa hasil yang diperoleh XL dengan penerapan teknologi LTE LAA tersebut? Dengan satu perangkat protoype, dan diuji di salah satu Graha XL diperoleh hasil download 279,5 Mbps.
Uji coba dan demo ini XL lakukan antara lain dengan tujuan mempersiapkan diri secara baik dan end to end dari berbagai aspek, baik teknis, regulasi, terminal, dan aplikasi serta layanan untuk pelanggan. Pihaknya mendalami seluruh aspek untuk persiapan adopsi teknologi terbaru ini di Indonesia. Pada pertengahan tahun 2016 mendatang, diprediksi teknologi ini sudah bisa diimplementasikan.
Penerapan teknologi ini oleh XL akan berjalan seiring dengan penggelaran 4G BTS di lokasi-lokasi hotspot, baik di dalam maupun di luar ruangan. Jadi, BTS 4G milik XL nantinya akan bisa menggunakan spektrum licensed (1800 MHz) dan juga sebagai tambahan akan bisa menggunakan frekuensi unlicensed 5 GHz ini.
Meski demikian, daya yang boleh dipancarkan teknologi LTE Advanced LAA ini kecil sama dengan WiFi. Sehingga cakupan tambahan kecepatan dari teknologi LTE Advanced LAA dioptimalkan untuk area hotspot saja. Sedangkan area yang lebih besar akan dilayani dengan LTE licensed band (1800 MHz).
Teknologi LTE-A LAA sendiri masih baru dalam standarisasi 3GPP. Ketersediaan BTS yang support LTE-LAA dari Ericsson seperti RBS 6402, yang didemokan pada kesempatan kali ini, baru akan tersedia secara komersial di sekitar kuartal pertama tahun depan. Sementara itu, perangkat (handset) untuk pelanggan baru akan tersedia sekitar pertengahan 2016.
Jadi, berminat pindah ke provider XL? Pengalaman saya selama sebulan terakhir mencoba provider XL memang bagus, meskipun kecepatan rata rata diatas 1 MBps namun sangatlah cukup untuk sekedar blogging maupun streaming saya.











